Setelah lama ga posting apa-apa, jadi kangen pengen ngisi blog ini.
Kalo lagi stres seperti sekarang kerjaan saya adalah have fun dan menjalankan kehidupan hedonis. Apa saja? Nonton film (terakhir nonton Quantum of Solace dan Roommate), main bilyar ama anak-anak, main RISK di sekre siaware, jalan-jalan dan wisata kuliner, karokean di NAV, main words challenge di facebook, serta tidak ketinggalan hobi yang terpenting: BACA KOMIK.
Ya. Saya memang termasuk maniak baca komik. Memang kekanak-kanakan sih. Tapi baca komik merupakan hobi yang tidak bisa saya hilangkan sampai tingkat lima kuliah ini. Membaca cerita bergambar dari jepang dan amrik sambil bersantai dan makan cemilan adalah kesukaan saya yang paling nomor satu. Tempat favorit saya baca komik adalah di Comic Corner atau di Comic Zone. Sedangkan partner ngomik ria saya adalah salah satu dari ketiga “adik” saya atau Yandi Rama. Konyol juga ya kalo dipikir-pikir, nama sama hobi juga sama.
Back to our main topic. Sekarang saya sedang baca komik ini sampai jilid ke sebelas. Judulnya Fire Fighter Daigo.
Ceritanya seru. Tentang anak remaja bernama Daigo Asahina yang bercita-cita jadi pemadam kebakaran. Cita-cita tersebut kesampaian meskipun banyak yang meragukan kemampuan dia. Kenapa? Karena sebelumnya dia hanyalah seorang berandalan nakal yang hobi berkelahi. Tetapi dalam tiga bulan sebelum ujian masuk pemadam kebakaran dia berhasil meningkatkan kemampuan dirinya. Kedengarannya klise ya? Tapi memang tipe cerita seperti ini paling laku dimana-mana.
Yang menarik adalah dalam melakukan aksinya dia selalu menggunakan naluri dan mengabaikan peraturan. Sebagai contoh untuk melarikan diri dari Backdraft (kondisi dimana ruangan mendadak terasa tenang karena api kekurangan oksigen, tapi akan meledak ketika mendapatkana suplai udara yang melimpah) dia memutuskan untuk MELEMPAR korban kebakaran dari lantai lima. Akibatnya Daigo mendapatkan cercaan dimana-mana.
Selain itu dalam cerita yang lain dia dengan gegabahnya juga menabrakkan mobil pemadam kebakaran untuk menyelamatkan regu penolong yang terjebak dalam gedung opera. Akibatnya mentornya terpaksa diskors untuk menutupi kesalahan dia. Untunglah dalam menjalankan aksinya Daigo selalu ditemani oleh keberuntungan yang melimpah sehingga tidak pernah jatuh korban.
Karakter si Daigo juga menarik. Pada dasarnya dia hanya ingin menolong orang lain. Meski caranya dianggap salah dan ndableg oleh atasan dan masyarakat di sekitarnya dia tetap mengandalkan dua senjatanya itu: naluri dan keberuntungan. Memang orangnya rada aneh. Tapi bila semua cara harus dilakukan untuk mencapai tujuan, yaitu menolong orang, untuk apa mengikuti peraturan? Dari sini konflik cerita mulai memuncak. Terutama sekali karena Daigo ditantang oleh seniornya untuk masuk regu penolong yang merupakan tim penyelamat nomor wahid di jepang sana. Bisakah Daigo mempertahankan cara kerjanya di dalam regu penolong?
Moral cerita: Percaya diri dan percayailah nalurimu. Mengingatkan saya pada saran Pak Hengki REKIN: BE BOLD AND THE UNIVERSE WILL HELP YOU. Bagi beberapa orang peraturan memang dibuat untuk dilanggar tampaknya.
Jangan salah, saya tidak menyarankan untuk melanggar peraturan. Tetapi adakalanya situasi menyebabkan manusia kehilangan akal sehat dan mesti percaya pada keberuntungan dan keberanian. Selain itu komik ini juga bercerita pada saya (yang sedang lemas dalam mengerjakan TA) untuk selalu menghadapi semua kesulitan. Jangan mengalah pada api kesullitan, tapi busungkan dada untuk menghadapi semua rintangan.
Cerita seperti ini tidak pernah basi dan kekurangan penggemar, Naruto, One Piece, Ruler of The Land hanyalah sedikit komik yang menyajikan alur cerita seperti Daigo. Memberi semangat dan terus membakar darah muda. Klise tapi disukai.
Disarankan buat semua mahasiswa yang lagi ngerjain TA buat baca komik ini. Belum tentu TA anda kelar sih. Tapi yang pasti anda akan tahu cara memadamkan api bila terjadi kebakaran di lab anda hehehe…
Verdict: 8.0/10
YandiYangLagiNungguPakAndriPulangDariBali





room mate rame gk kak??
rame dan lucu.
karakter cewenya dagunya panjang bigitu,,
kayak bencong
ngeri awa,,
stres? stres ngapain lu yan? kayaknya kerjaan lu bersenang-senang mulu ahaha…
@ Adis: gue juga kepikiran kayak gitu. Kayaknya akhir-akhir ini gue makin hedon aja nih… Lebih parah daripada pas tingkat 1.
Payah…