Bandung, 23 November 2008
Sepulang dari suatu kegiatan di Lembang bersama Andin si Boneka Cantik dari Korea dan Dito si Dewa Garing….
Melewati jalananan macet daerah setiabudi bersama kegaringan-kegaringan Dito, gangguan dari cowoknya andin (via telpon), terus melihat betapa kecepatan orang mendorong kereta bayi bisa lebih cepat dari Nissan Gran Livina 2008 yang kami naiki…. Menyebalkan tetapi sekaligus menyenangkan. Aku masih berusaha menambah skill mencoba-lucu-tapi-garing yang kudapat dari hadi… dan Gagal juga. Pertanyaan Tubagus ismail itu apa ku tidak digubris mereka. Berganti tentang tesisnya si Dito dan cerita tentang cowoknya si Andin. Sambil ngobrolin makan apa enaknya di tengah hujan, dan apa yang sebaiknya dilakukan ketika sudah berumah tangga. Suasananya asyik bet dah… Melankolis tapi romantis…
Hujan menambah sendu suasana, maklum, el nino membikin Indonesia tambah dicintai oleh sang hujan saja… Alhasil, dengan hasil berkah macet plus hujan, Lembang-Setiabudi kami tempuh dalam 2,5 jam… Luar biasa! Kalo lewat tol cipularang bisa-bisa udah nyampe jakarta nih… Heran, apa sih yang dicari oleh mobil-mobil berplat B ini? Udah tau kalo FO di bandung ngambil barang dari tanjung priok, udah tahu kalo makan di bandung sama saja di dengan jakarta. Dan udah tahu kalo “kembang” Sunda sama saja dimana-mana…. Tetap saja ke kota bandung nan kecil, sumpek, dengan ruas jalan terbatas ini. Nyusahin orang saja.
Hingga akhirnya kami bertiga membuat keputusan jenius…. Makan bakso di tengah hari hujan… Perfecto.
Bada magrib. Setelah shalat Alhamdulilah-masih-ingat-niat-magrib-itu-apa- beserta sunahnya Alhamdulilah-masih-ingat-doa-setelah-sholat-meski-itu-itu-aja
kami memutuskan untuk mencari bakso atom. Seingatku bakso atom ada di dekat masjid kodam siliwangi yang kami sholatin… Gue mengajukan diri sebagai Navigator… Dan dengan gaya yang pede dan sok yakin menunjuk arah dengan pasti.
Subhanallah….
akhirnya kesasar….
Dengan penuh kebencian kedua mahluk yang keji ini menyuruhku untuk mencari tempat yang lebih enak lagi. Akhirnya dengan penuh perjuangan (menahan rasa lapar) kami akhirnya menemukan bakso Enggal di dekat simpang lima, daerah burangrang bandung…
Disaat seperti ini aku melontarkan lelucon tentang **** (kau tahulah siapa) dan andin dengan antusias menjawab
“Yandi, kamu jangan sedih ya… Kata cowokku si **** sudah 4 bulanan jadian ama temannya di freeport”
Jawabku: “ohhh, sudah kuduga
“. Dan dengan santai melanjutkan “Gue udah dapat feeling kayak gitu… tenang aja Din, gue masih punya banyak teman ko
“
TETAPI SEBENARNYA TIDAK SODARA2….
DALAM HATI, GUE NGERASA REMUK REDAM… SIALAN!!!
Alhasil sebagai pembalasan gue ngerampok bakso urat halusnya si Andin. Dan berhasil
inilah hasil akhirnya:
Dan rintik hujan di bulan november menambah sendu di hatiku….
ARGHHHHH!!!





Tetap semangat bung!
hehe… makasih bram…
Kmu juga semangat ya…
Semoga bisa menemukan yg lebih baik (buat kamu dan aku)
wah, ada nama gw… hmm, tenang aja hidup itu proses kok. Klo gak bisa jadi pacar ya jadi istri aja…( loh kebalik ya??) intinya selama bunga kambodja belum tersebar jangan menyerah yan… Eh iya, doain buku thesis gw +seminar+sidang lancar yah.
@ Dito:
Respon pertama: Ngeri banget pake bawa-bawa bunga kamboja. Janur kuning aja udah bikin repot. Doain saja semoga mendapat yang lebih baik… (atau minimal yang seperti ****)
Respon kedua: Wahh…. Gak kerasa udah mau selesai aja nih Dito.
Iya deh gue doain semoga lo lulus magister dengan lancar dan semoga bisa melanjutin S3 di tempat yang lo mau.
(dan semoga kita berdua bisa bertemu disana)
Semangat dengan tesis, seminar, dan sidangnya ya…
Ganbatte….
Semangat kawan…
ngapain jauh2 ke burangrang? bakso enggal kan ada cabangnya di pasteur.
(komen yang tidak penting hehehe)
halah.. november rain juga -_-