Halaman Arsip 2

25
Nov
08

Hore

ini tulisan ga penting…

Akhirnya bisa juga bikin redirect web kaya blognya si dhian (mozaikperadaban.co.cc)…

alias bikin domain gratis di http://www.co.cc/

jadi kalo mau mengakses situs ini bisa dari http://www.yandhie.co.cc/

Serasa punya web sendiri (padahal masih numpang wordpress).

Lanjutkan membaca ‘Hore’

21
Nov
08

Ibu

kasih-sayang-ibu

Siang itu, aku berada dalam bis Damri jurusan DU – Cibaduyut yang sesak oleh penumpang. Bau keringat menusuk hidung, bercampur cuaca panas dan kepulan asap rokok disana-sini. Meski aku berdiri dekat ventilasi udara, tetap saja tak bisa mengurangi rasa gerah. Panas sekali.

Namun di ujung sana, di atas kap mesin bis yang kutumpangi, seorang ibu menarik perhatianku. Sepertinya ia tidak memedulikan panas ruangan di sekitarnya. Dengan tenang digendongnya sang anak yang masih balita. Sambil menyusui anaknya lewat botol susu, sesekali ia mengajak sang anak bergurau dan bercanda. Walaupun mungkin anak seusianya belum mampu merespon senda-gurau itu.

Melihat pemandangan itu, sejenak pikiran ini menerawang jauh, Subhanallah, begitu dahsyatnya kasih sayang orang tua kepada anaknya. Terutama kasih sayang seorang ibu.

Lanjutkan membaca ‘Ibu’

21
Nov
08

Nikah Tanpa Pacaran

Dapat dari suatu milis di luar kampus

Pernah membayangkan, ketika suatu saat nanti, kita menikahi orang yang belum kita kenal, bahkan sangat asing? Dalam beberapa kasus, saya menemukan kedua mempelai baru bertemu ketika akad nikah.

pacaran islami?

Entah kenapa, Nikah tanpa Pacaran, menjadi sesuatu yang asing bagi kita saat ini. Padahal, kalau kita mau mengakui, jujur dan belajar dari sejarah, pacaran merupakan “produk” abad terakhir. Sebelumnya, pernikahan terlaksana melalui proses perjodohan, atau kalaupun tidak, ketika seorang lelaki menyukai seorang perempuan, dia langsung datang ke rumah perempuan itu untuk meminang. Wow, Gentleman, EUY! Dan proses pernikahan pun, tidak ribet, tidak berbelit-belit. Kalaupun ada proses pengenalan, tidak berlangsung terlalu lama biasanya.

Lanjutkan membaca ‘Nikah Tanpa Pacaran’

19
Nov
08

Pro Kontra Poligami

Hanya bercanda, jangan dianggap serius ya :D

Mestinya Aa Gym, Syech Puji, dan Puspo Wardoyo baca ini dulu sebelum memutuskan untuk poligami atau tidak.

Pihak-pihak yang pro poligami :

Lanjutkan membaca ‘Pro Kontra Poligami’

18
Nov
08

Fire Fighter Daigo

Setelah lama ga posting apa-apa, jadi kangen pengen ngisi blog ini.

200px-daigo16

Kalo lagi stres seperti sekarang kerjaan saya adalah have fun dan menjalankan kehidupan hedonis. Apa saja? Nonton film (terakhir nonton Quantum of Solace dan Roommate), main bilyar ama anak-anak, main RISK di sekre siaware, jalan-jalan dan wisata kuliner, karokean di NAV, main words challenge di facebook, serta tidak ketinggalan hobi yang terpenting: BACA KOMIK.

Lanjutkan membaca ‘Fire Fighter Daigo’

31
Okt
08

Sebuah Cerpen dari Sahabat

Pengen nulis sesuatu, tapi apa ya???

Bingung…

Iseng-iseng lihat hardisk, membaca sesuatu yang menarik. Ada file dari *****. Sebuah cerita pendek a.k.a cerpen.

Jadi kepikir buat naro di blog ini…


Saya apreciate banget ama yang nulis. Dia sahabatku di SMA. Sama-sama gila, sama-sama konyol, sama-sama sok idealis, dreamer too… Orang-orang bilang kami “cocok”, tapi jelas bagi diri saya. Seorang sahabat jelas lebih berharga daripada pacar. Akhirnya status kami tidak naik-naik he he :D

Lanjutkan membaca ‘Sebuah Cerpen dari Sahabat’

28
Okt
08

(Bukan) Wisuda Terakhir!!!

Wisudawan dan teman-temannya

Persahabatan bagai kepompong

Yakkk, judul diatas emang sedikit membingungkan…

Artinya kurang lebih begini:

Bagi sebagian orang yang terdapat di dalam foto di atas, wisuda 25 oktober kemaren bisa berarti wisuda terakhir mereka. Karena mereka melepas status mahasiswa S1 mereka pada hari itu. Sedangkan bagi diri saya sendiri (dan beberapa orang lainnya di foto diatas) masih menunggu saat yang tepat untuk lulus dari kampus gajah ini. Saya sendiri masih harus menunggu juli 2009 sebelum dapat meperpanjang inisial nama saya menjadi A.R.S.S. S.T. Panjang baget ya kan…

Bagaimana rasanya ditinggal lulus?

Sedih jelas terasa, gue ditinggal bo. Tapi jangan sampai perjuangan saya terhenti karena rasa sentimentil ini. Masih harus semangat sebelum bisa mencapai target yang ingin diraih.

Terima kasih teman-teman wisudawan, atas persembahannya… Atas persahabatannya…. Atas seluruh kenangan indahnya. Semoga sukses selalu…

Terkenang lagu dari ST 25 (Wisudawan yang lulus oktober 2008):

“Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagi kepompong”

 Sindentosca – Kepompong

28
Okt
08

Sumpah Pemuda Atau Sumpahi Pemuda?

Tanggal berapa hari ini? 28 Oktober 2008 huh? It’s remind me of something…

Sesuatu dari pelajaran sejarah jaman SMA dulu terbayang di kepala…

Hmmmf… 80 tahun sumpah pemuda. Sudah selama inikah? Kok kita gini-gini aja sih?

Lets see what is happen(ing) with our country…


Lanjutkan membaca ‘Sumpah Pemuda Atau Sumpahi Pemuda?’

21
Okt
08

Mimpi

My Next Dream

“Mimpi adalah bahan bakar abadi untuk perjuangan, cita-cita adalah tujuan yang hendak diraih, dan cinta adalah pelumas yang memberi kesegaran dalam setiap perjuangan. Sedangkan perjuangan itu sendiri adalah kendaraan untuk mencapai hasrat terdalam dalam diri manusia (passion)”

Sebuah komentar di blognya Ami

Setiap manusia dan mahluk yang fana yang lain memiliki kecenderungan yang sama. Mereka menginginkan sesuatu dalam hidupnya. Salah satu hal yang diinginkan oleh tiap orang adalah mencapai mimpinya.

Menilik dari pengalaman saya pribadi, bermimpi itu adalah hal yang indah. Semasa SMA kelas satu saya cuma bisa bermimpi menjadi mahasiswa ITB. Well, mimpi yang dulu terdengar begitu tinggi karena saya tinggal di daerah dimana masuk ke universitas swasta saja sudah merupakan kemewahan. Kenyataannya sekarang saya merasa biasa saja dengan status saya. Mungkin karena sudah muak melihat banyak mahasiswa ITB di sekitar saya.

Pada masa lalu, orang tua saya selalu mengira saya tidak mampu mencapai target yang mereka inginkan dalam diri saya. Dan entah mengapa saya selalu bisa melampauinya. Katakan saja saya terlalu pede, tetapi saya selalu percaya bahwa setiap manusia memang dilahirkan dengan hasrat untuk meraih apa saja yang bisa mereka impikan. Dan meski pada saat saya mengumumkan keberhasilan saya masuk ke salah satu universitas negeri dengan tingkat kesulitan tinggi ini mereka bersungut membayangkan biaya kuliah saya. Kenyataannya saya bahagia, meski saat ini mesti banting otak untuk segera lulus dari teknik fisika he he he..

Karena itu teman, saya ingin berpesan kepada kalian semua: Ketika kalian memilki mimpi besar yang kalian percaya. maka peganglah mimpi itu. Tulis mimpi itu, dan jadikan sebagai acuan hidup kalian. Jangan biarkan suara-suara negatif menghancurkan mimpi itu. Tidak ada mimpi yang terlalu kecil untuk diremehkan. Dan tidak ada mimpi yang terlalu besar untuk digapai. 

Hidup manusia cuma sekali dan sangat pendek. Tidak akan terasa bila waktunya akan segera habis. Jangan sampai kalian menyesaliya. Karena itu, gunakan waktu yang telah diberikan oleh Allah untuk mengejar legenda pribadi (bila memakai bahasa paulo coelho) atau lentera jiwa kalian. Dan jangan menyerah sampai nafas ini habis.

Selamat berjuang mengejar mimpi dan tujuan hidup kalian. Good luck! :D

“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”

(Arai, Sang Pemimpi)

13
Okt
08

Saat Sampah Kita Sebut Sebagai Film

Hmmmf… Apa sih kerjaan orang-orang di lembaga sensor film saat ini? begitu juga dengan ulama-ulama di MUI? Atau Mahasiswa-mahasiswi idealis yang berkata kalo dirinya adalah penjaga nilai-nilai? Guardian of value? Dimana kalian sekarang??? Masa sampah disebut film???

Pikiran yang terlintas ketika menonton film Chika

Jujur saja, kalau saja bukan karena ajakan teman baik saya yang sudah susah payah menjemput saya di Cengkareng dan mentraktir saya main di Ancol, Rasanya tidak mungkin saya menonton Film-Remaja-Perusak-Moral ini. Well, selera teman saya Yang-Namanya-Tidak-Akan-Disebut (YNTAD) ini memang cukup aneh. Pertama, dia berhasil mengajak saya menonton film Kawin Kontrak beberapa bulan lalu. Dan sialnya dia bilang film ini bagus karena pemerannya “lucu”. Kemudian pada hari kamis tanggal 9 Oktober pukul 22.00 WIB kemarin dia berhasil menjebak saya kembali menonton salah satu film Indonesia terburuk lain, Chika.

Benar-benar terjebak. Sepanjang film saya sibuk mengutuk film ini. Inilah akibatnya kalau memilih film cuma dari posternya saja.

Alhasil, saya tinggalkan YNTAD di saat 20 menit menjelang akhir film, bukan karena saya tidak tahu sopan santun pada teman saya ini. Melainkan karena saya harus mengejar travel X-Trans saya yang akan berangkat pukul 23.45 WIB (karena besoknya ada briefing Galasin di lapangan basket CC). Meski tidak dapat saya sembunyikan perasaan bahwa saya akan muntah kalo menonton film ini sampai akhir (peace ya YNTAD :) )

Sinopsis film ini sendiri lebih baik bila dibaca di blog ini

Bisa dibilang selera kita sebagai penonton sering dianggap remeh oleh para produser film Indonesia. Okelah, kita lihat bahwa Laskar Pelangi dan Janji Joni adalah film yang bagus bagi orang-orang dengan selera tinggi. Tetapi disamping film-film bagus seperti LP, tumbuh subur pula film-film pengumbar syahwat dengan tujuan mengeruk uang sebanyak-banyaknya dari penonton baru akil balig dengan pikiran masih polos. Kenyataanya film-film ini berating “Remaja” meski sesungguhnya lebih cocok dengan rating “Dewasa”. Apakah ini merupakan strategi pasar supaya mendulang penonton dalam pasar lebih luas? Terutama penonton ABG? Dan film-film ini ternyata laku di bioskop sekitar kita… Damn!

Ciri-ciri film ini relatif sama. Tampilkan aktor atau aktris berpenampilan menarik dengan proporsi badan yang bagus. Kemudian minta si aktris untuk mengenakan pakaian dengan batas rok atau celana beberapa puluh centi diatas lutut (“Bupati”, Buka paha tinggi-tinggi) dengan belahan dada rendah (“Sekwilda”, Sekitar wilayah dada). Berikan jalan cerita remeh temeh seperti cinta monyet atau perselingkuhan. Terakhir, minta si aktris, yang notabene masih berusia belia, untuk melakukan adegan ciuman, pelukan, atau tidur bareng dengan si aktor cowok (yang juga masih berusia muda). Ckckckck… Mau dibawa kemana moral bangsa ini???

Sedihnya lagi, film-film ini nampaknya memang rencana dirilis pasca lebaran. Film seperti Kutunggu Jandamu, Barbie, Kawin Kontrak lagi, dan Suami-Suami Takut Istri… Well, memang bulan syawal berarti iblis-iblis sudah lepas dari kerangkengnya, tampaknya. Termasuk juga iblis syahwat yang tertawa terbahak-bahak ketika anak-anak dibawah umur menonton sampah yang kita sebut film ini. Apakah ini berarti kita sudah kehilangan sense of crisis kita?

Saya tidak bermaksud menggurui sama sekali terhadap para penonton film-film Indonesia. Tapi saya berusaha untuk mengaplikasikan ilmu yang saya dapat dari FIM dulu. Menonton film pengumbar syahwat berarti membiarkan meme yang jahat bercokol di dalam otak anda. Jangan heran apabila banyak terjadi kasus perkosaan anak di bawah umur atau pelecehan seksual di media masa. Dan juga jangan heran lagi, saat sense kita menjadi tumpul karena sudah terbiasa dengan hal-hal ini, maka sudah saatnya standar moral bangsa ini dipertanyakan.

Maka teman, disaat kamu merasa joke yang seksual dari film-film diatas menghiburmu hingga tertawa terbahak-bahak. Maka ingatlah, si fulan (berusia belasan tahun) yang memperkosa si fulanah (berusia dibawah jumlah jari tangan kita) karena hewan moluska diantara pahanya berada dalam kondisi libido tinggi karena film-film sejenis ini. Atau cerita tentang kakek yang memperkosa cucunya sendiri. Ataulah cerita tentang pasangan remaja belia yang apes karena mesti menikah karena kondomnya bocor. Apakah pernah terpikir olehmu tentang hal ini? Pilihlah tontonan yang bersahabat dan cerdas. Jangan biarkan sampah berada dalam hidupmu. Bukankah kita sebagai penonton memiliki hak untuk memilih?

Kemudian saya bertanya-tanya… Apakah para produser film ini sudah tidak menemukan ide yang menarik lagi untuk dijadikan film? Well, maaf saja saya bukan ahli dalam perfilman, tetapi bagi saya menonton film adalah menonton sesuatu yang kreatif. Kreatif dalam artian selalu ada hal yang baru untuk ditambahkan, menambah nilai dalam kehidupan peradaban manusia. Atau jangan-jangan inilah resep pengeruk uang paling jitu? Please deh, bahkan dalam setiap franchise film James Bond yang penuh dengan adegan bobo bareng pun mereka masih punya selera untuk membuat film dengan jalan cerita yang bagus. Bukankah kita orang timur yang konon katanya memiliki standar moral yang tinggi? Kemana perginya rasa malu itu???

Buat anda yang merupakan bagian dari film-film yang saya bahas diatas, baik pembuat maupun penontonnya, saya mohon maaf apabila kata-kata saya terlalu kasar dan keras. Tapi ini merupakan bentuk keprihatinan saya terhadap kondisi yang akut ini. Hal ini saya utarakan karena saya percaya bahwa kemungkaran merajalela bukan saja karena orang jahat mampu melakukan kemungkaran tesebut, melainkan juga karena orang baik membiarkannya terjadi. Dan untuk anda produser film, sutradara, maupun penulis naskah, belajarlah dari Laskar Pelangi, Denias, Janji Joni, maupun Dragon Zakura. Belajarlah dari Andrea Hirata, Riri Riza, dan Garin Nugroho. Masih banyak tema-tema menarik untuk dijadikan film yang bagus, salah satunya adalah mengenai mimpi dan cita-cita… Topik postingan saya berikutnya.

Maju terus perfilman Indonesia!!!




Human Calender

My beloved reader

  • 18,147 orang

Survei Mahasiswa

Tok…Tok… Anybody Home?

A little bit about my personality

Click to view my Personality Profile page

Our visitors