12
Mar
08

Tiga Trend Kemahasiswaan ITB

Hmm, bukan maksud saya mau bikin tulisan yang rada unik ini sebagai tulisan perdana. Tapi akhir-akhir ini saya memang lebih aktif di kemahasiswaan pusat atau keluarga mahasiswa (KM) di ITB ketimbang di HMFT atau Persma/Pustena. Sehingga mau saya memasukkan tulisan ini sebagai penanda (milestone) dari setiap tindakan yang saya lakukan

Trend Pertama: ITB adalah kampus dengan mayoritas 75% dihuni oleh kaum adam. Tetapi entah mengapa dalam setiap kegiatan di ITB kebanyakan panitianya adalah kaum ibu Kartini. Tidak cuma itu, untuk divisi yang berbau laki-laki seperti Komdis (komite disiplin) Pemilu KM ITB saja mayoritas dipegang oleh Perempuan, kira-kira persentasenya 85 %. Wooow, kemanakah cowok-cowok ITB? Apakahsibuk dengan WE, main bola, pacar, belajar, atau menjadi Homo (hueks!)? Well, tampaknya dunia ini makin mendekati “Venus” saja kayaknya.

Trend Kedua : Semakin banyak kegiatan yang tidak konsisten dalam tubuh kemahasiswaan ini. Mungkin trend ini juga berlaku bagi saya (yang sering tidak konsisten dalam banyak hal). Ketiadaan arahan yang jelas dan visi yang mampu bertahan hingga lama membuat kita semua buta dan bosan terhadap kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Jadi bisa dibilang Kemahasiswaan mirip dengan Ekstrakurikuler yang dapat ditinggalkan kapan saja ketika bosan? Atau mungkin kegiatan-kegiatan mahasiswa tidak menarik lagi sehingga miskin peminat dan pada akhirnya membuat kegiatan tersebut mati pelan-pelan? Atau jangan-jangan kita terlalu serakah dengan proker dan melupakan bahwa kita hanyalah manusia biasa dengan waktu hanya 24 jam sehari? Walahuallam.

Trend Ketiga : Koordinasi, masalah klasik dalam organisasi. Sebagai perbandingannya dalam praktikum, mulai dari Lab Fisika Dasar 1 hingga Lab TF 3, analisa mahasiswa FT ketika buntu dalam mencari analisis rata-rata seragam: Error karena Paralaks. Begitu juga dalam organisasi, dalam evaluasi kebanyakan masalah disebabkan oleh koordinasi yang masih cupu. Lha, kalau sudah tahu masalahnya dimana, kenapa ga ada yang jadi bahan perbaikan? Padahal kegiatan mahasiswa banyak yang terulang dari masa ke masa dan masalahnya juga terulang. Mungkin bisa disaranin ke siapapun yang membaca blog ini, gimana kalau membuat software multimedia sebagai kumpulan LPJ yang meliputi FAQ dari setiap masalah dalam organisasi. Koordinasi memang masalah klasik. Tapi bukan berarti tidak ada solusinya. Yang penting bukanlah teknologi komunikasi yang dimiliki (atau pulsanya), melainkan telinga untuk mendengar dan hati yang saling mengerti (ciee…).

Nah mungkin bisa dimasukkan pula trend satu ini, yang sedang berkembang dan tampaknya akan terus membesar dalam tubuh kemahasiswaan ITB. Trend Keempat yaitu: Menikah dalam usia muda , ini trend yang jamak dan akan terus berkembang. Dimulai dari beberapa orang teman dekat saya, hingga tampaknya di masa depan para aktivis banyak yang akan berpasang-pasanganan. Hehehe, kapan ya saya bisa mengikuti trend yang satu ini (Gimana ****, mau kapan?) :p

PS: Semoga tulisan ini bisa menjadi perbaikan bagi kita semua.


0 Responses to “Tiga Trend Kemahasiswaan ITB”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Human Calender

My beloved reader

  • 122,601 orang

Survei Mahasiswa

Tok…Tok… Anybody Home?

A little bit about my personality

Click to view my Personality Profile page

Our visitors


%d blogger menyukai ini: