Arsip untuk Agustus, 2008

27
Agu
08

Alasan Yandi untuk Tugas Akhir di Lab Optik

Gue masih kesal kenapa masih banyak yang ga tau dimana lab gue berada. Emang sih laboratorium optik teknik fisika masih kalah tenar dibandingkan ama INDI dan SISIN (keduanya adalah lab kontrol dan sistem instrumen yang ada di labtek 6) atau dibandingkan dengan lab Material Komputasi dan Fisika Bangunan (yang sukses membikin 2 seminar selama liburan ini). Well, tenar ato tidak gue bangga ama lab gue.

Sedikit cerita mengenai ketidakterkenalan lab gue adalah tebakan Radix yang menyatakan kalo lab gue adalah lab Fotografi. Please deh, ngapain jurusan teknik niru-niru FSRD sih, kita kan punya spesialisasi masing-masing. no offebse ya dix.

OK, berikut ini 5 Alasan mengapa gue TA di Optik:
Pertama, faktor pembimbing. Bukan berarti pembimbing lain jelek, tetapi di sosok pembimbing gue (sebut saja namanya AH) terlihat betapa seriusnya untuk melakukan proyek ini. Alhasil, dengan dukungan dari pak AH, gue merasa ada perasaan aman tidak akan ditinggalkan oleh pembimbing seperti beberapa teman yang lain. Padahal pak AH ini cukup sibuk karena selain menjadi guru besar di FT beliau juga menjabat sebagai ketua dewan riset nasional.

Kedua, faktor keunikan topik. Bagi yang belum tau topik TA gue biar gue kasih tau sekarang: Multi-spectral photography judul yang unik kan. Ciri khas pak AH dalam membimbing adalah topik yang dia berikan adalah sangat jarang sehingga ada tantangan sendiri dalam mengerjakannya. Dan rasanya di lab optik sendiri belum ada yang mengerjakan TA ini sebelumnya.

Ketiga, Murah. Ups, ketauan deh disini betapa pelitnya saya. TA ini dibiayai oleh pembimbing sendiri sehingga (semoga) gue tidak keluar biaya sepeserpun.

Keempat, Terjebak. Hehehe… Tugas khusus semester 7 kemaren tekah sukses menjebak gue masuk kedalam lab optik. Mungkin karena pernah merasakan tidur selama 3 hari (sendirian, gege dan rira dimana kalian???) malam di lab ini memberikan ikatan batin bagi diri ini. (sok romantis)

Kelima, Kamera (pinjaman) baru. Seperti yang gue sebut diatas di TA ini benar-benar gratis tis tis tis. Malah gue dibelikan kamera SLR oleh pak AH sebagai alat percobaan. Meski tidak seperti Nikon D300 atau D80 seperti yang gue rencanain, tapi Nikon D40 juga bagus kok. Insyaallah, kamera ini akan saya gunakan sebaik-baiknya baik untuk keperluan lab optik maupun pribadi hehehehe.

Menyesalkah saya TA di optik? Mungkin ada sedikit penyesalan, terutama karena ekspetasi pak AH dan bu EJ sangat besar terhadap perjuangan saya ini (sampai harus menjelaskan di kelas) tetapi kalo manusia serius memperjuangkan yang dia impikan semua pasti bisa dicapai ko. Selain itu rencana saya TA di Optik merupakan rencana pendahuluan saya sebelum maju ke pertempuran yang berikutnya.

10
Agu
08

Wisata Kuliner di Kota Bandung (Part 1)

Ini tulisan yang dari dulu pengen aku buat. Cerita singkat tentang pengalaman kuliner di kota Bandung. Kebanyakan tempat makan ini didatangin karena jaringan teman-teman yang aku miliki. Makasih buat kalian semua, 5 tahunku tidak terbuang percuma karena sempat menghabiskan waktu bersama kalian.

Nasi Kalong, Pertama nasi kalong dulu ya, alasannya karena postingan sebelumnya bercerita tentang acara makan saya di sini. Lokasinya terletak di jalan Riau di sebelah China Emporium. Tempat makan ini bukanya hanya malam hari saja (secara gue penjelajah malam gitu lo). Tempatnya enak tapi rada misbar, alias gerimis bubar karena terbuka tanpa dinding dan atap. Makananya enak, bahkan mendapat gelar Top Markotop dari Pak Bondan Winarno dari wisata kuliner trans tv.

Menu andalannya adalah nasi warna item yang disebut nasi kalong dan ayam madu. Tambah mantap ditambah buncis bakar dan sambal atinya yang maknyoss itu…

Saran saya kalo makan disitu beli minumnya jus jelly yang dijual disana. Jellynya lucu, tambah lagi dengan mata kodok dan bubblenya nyammmm, Sedap. Nasi kalong+Ayam Madu+Buncis Bakar+Bala-Bala = Rp.13 ribu. Jus Jelly = Rp7000.

 

Mie Mangga, ini tempat makan favorit Radix. Lokasinya di jalan Mangga. Jangan kaget kalo lokasinya rada kaki lima. Mienya enak, lengkap dengan ati ampela dan daging ayam. Saran saya: kalo pesan mie disini pesanlah setengah porsi, harganya cuma 11ribu tapi dijamin kenyang.

Warung Laos, Lokasinya di jalan cihampelas, tepatnya diseberang premier plaza. Pizza nya mah biasa, pizza tipis dengan toping cuma berisi satu ato dua macam. Tapi yang enak tuh jamur gorengnya. Harganya saya lupa, ntar kalo udah makan lagi disana saya cantumin deh.

Rumah Nenek, Ini tempat makan yang enak buat pacaran. Lokasinya disebelah taman Lansia. Harganya rada mahal sih tapi setara dengan lokasinya ko. Cocok buat tempat nembak pasangan ato melamar pacar. Sengaja makanan ga dicantumin, saya cuman makan goulash soup ama nasi disini. Andalanya nasi goreng nenek.

Sop Kaki Khas Betawi, Lokasi disebelah Madtari di bawah jembatan Cikapayang dan di dekat Zoe Comic Corner. Awal masuk rada kagok karena mesti milih sendiri dagingnya, kalo cuma ambil 3 potong harganya 9 ribu (apapun ya, kambing, sapi, otak, ato jeroan). Kalo 4 potong 11ribu. Yang bikin sedap sebenarnya kuahnya, menteganya ga tanggung-tanggung men. hati-hati makan sambalnya, ambilnya sedikit-sedikit saja soalnya sangat pedas.

Untuk awal ini dulu ya, ntar kita cerita tentang tempat makan di Taman Lansia, Ce’mar, dan sate anggrek. Ato ada yang punya saran tempat makan lain?




Human Calender

My beloved reader

  • 126,419 orang

Survei Mahasiswa

Tok…Tok… Anybody Home?

Love to Click

  • Tidak ada

A little bit about my personality

Click to view my Personality Profile page

Our visitors