23
Sep
08

Pulang (Banjarbaru)

                                                                                                           ·
Syukurlah….

Akhirnya sebentar lagi bisa pulang lagi ke kotaku, Banjarbaru.

Bagi yang tidak tahu dimana banjarbaru, itu memang wajar. Dibanding dengan Banjarmasin yang merupakan ibu kota provinsi, Banjarbaru memang relatif tidak dikenal. Kota ini merupakan kota administratif yang merupakan sub-urbannya Banjarmasin alias kota pendukung.

Kalau ditanya tentang apa yang menarik dari kota saya dibanding Bandung saya pasti bingung mau menjawab apa. Meski ukuran kota ini relatif mirip dengan kota Bandung tapi banjarbaru sebenarnya tidak punya apa-apa. Mau mencari hiburan? Nyari bioskop saja tidak ada mas…. Alhasil hobi nonton saya lebih banyak disupport oleh HBO dan penyewaan DVD di kota ini.

Tetapi meski begitu selalu ada yang saya kangenin dari kota ini….

Teman, keluarga, Rumah, dan masakan banjar.

TemanTeman-teman SMA

Teman… Hmmmf, saya kangen sekali bertemu dengan mereka. Didik, Puput, Adhit, Hudan, Hadi, dan Ogi merupakan teman-teman berharga yang saya miliki. Saya penasaran mendengar kisah-kisah mereka. Wajar kan bagi orang yang hanya pulang sekali setahun untuk merasa kangen dengan teman-teman lamanya? Apakah pada masa lebaran ini mereka sudah mulai berubah? Apakah diantara mereka ada yang sudah lulus? Tidak sabar rasanya bertemu dengan mereka. Orang bilang masa-masa SMA adalah masa-masa terindah. Saya berani bilang hal itu karena persahabatanlah yang membuat semua keajaiban terjadi.

Keluarga, Mama, Ka Memel, Ka Uun, Ka Ina, Ka Nanang, dan keponakan-keponakan kecilku… Apa kabar mereka sekarang ya? Khusus untuk almarhum Abah, saya merasa sangat kangen untuk menjenguk nisan beliau (yup benar sekali, dalam bahasa banjar ayah atau bapak diartikan sebagai abah, sama seperti bahasa sunda). Ingin rasanya menangis di haribaan ibunda dan tersedu-sedu memohon ampun. Disaat lebaran memang paling syahdu bila dihabiskan dengan keluarga.

Rumah, Wijaya Kusuma No. 17, siapa yang tidak kenal alamat ini? Alamat ini sakti sekali. Bukan saja karena terletak di tempat yang strategis di kota ini melainkan karena rumah nyaman yang ada di atasnya. Bisa dibilang sebagian besar masa remaja saya dihabiskan di rumah ini (selain rumah dinas pembantu gubernur dan bupati barabai tentu saja). Di rumah ini terjalin cinta dan kehangatan sebuah keluarga. Masih teringat betapa banyak kenangan manis di rumah ini. Pertama kalinya main sepeda, pertama kalinya mengaji, pertama kalinya main game ampe jam 6 pagi, dan masa-masa penuh kenangan lainnya. Setelah saya pulang ke bandung akan saya upload foto rumah saya di blog ini, janji deh.

Soto Banjar

Soto Banjar

 

Ketupat Kandangan

Ketupat Kandangan

Masakan Banjar. Jujur saja, naluri wisata kuliner saya baru pertama kalinya terasah di Bandung. namun suatu ketika Gibran (yang pake jaket biru IMA-G di foto diatas) menunjukkan temapat makan soto banjar enak, saya langsung ketagihan. Hmm… Teman, bila kamu berkunjung ke kalimantan selatan dan tidak sempat mencicipi soto banjar, ketupat kandangan, atau tahu guntung payung, maka bisa saya katakan kalau kamu rugi besar. Bagaimana dengan tempat makan di kota bandung yang sempat saya liput sebelumnya?  Tidak ada apa-apanya (sombong mode ON). Kenapa? Karena masakan banjar is the top of the top….. Salah satu ciri utama dari masakan banjar adalah berkuah dan sedikit sambal dan sedikit MSG. Liat saja kedua gambar di atas, terlihat enak kan….

Masakan banjar tetap no 1 bagi saya. Kalo pak Bondan bilang masakan dibagi menjadi beberapa tipe seperti maknyos dan top markotop, maka akan saya klasifikasikan masakan banjar menjadi dua tipe: Enak dan enak sekali…. Yummmi

Apa lagi ya yang bisa saya ceritakan tentang daerah asal saya?

Pulau Kembang

Pulau Kembang

Loksado

Loksado

Masjid Jami Martapura

Masjid Jami Martapura

Untuk tempat wisata sendiri kalsel lebih banyak ditopang oleh daerah penghasil kerajinan tangan seperti Martapura (yang terkenal dengan batu intannya), Loksado (terlenal dengan wisata arung jeram dan air terjunnya), Pasar terapung (pernah belanja diatas jukung alias sampan? Harus datang pagi-pagi kalau mau kesana), dan pulau kembang (pulau yang memiliki banyak monyet, mereka liar tetapi tidak takut pada wisatawan).

Begitulah wisata dan kondisi daerah saya. Menyenangkan untuk dikunjungi bukan? Mungkin saja teman-teman berminat mau backpacking kesana mungkin? Boleh saja datang ketempat saya. Insya Allah saya siap menjadi Host. Siapa tahu bisa meniru konsep Hospitality Club atau Couch Surfing😉

Banjarbaru, i’m Home @ 28 September 2008


0 Responses to “Pulang (Banjarbaru)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Human Calender

My beloved reader

  • 122,601 orang

Survei Mahasiswa

Tok…Tok… Anybody Home?

A little bit about my personality

Click to view my Personality Profile page

Our visitors


%d blogger menyukai ini: