26
Sep
08

Puisi

Baru aja ngebaca blog yang lucu banget, nemu puisi ini:

AKU INGIN

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Najis, keren mampus….

Bisakah kita mencintai dengan setulus hati. Tanpa tendeng aling-aling?

Tanpa berharap apapun dari yang kita cintai?

Gue suka puisi Sapardi Joko yang satu ini. Benar-benar suatu hal  yang hebat bagi gue kalo bisa nemuin orang yang bisa mencintai gue tanpa syarat seperti ini.


2 Responses to “Puisi”


  1. 1 zaoldyckngeblog
    Oktober 23, 2008 pukul 10:35 pm

    “…benar-benar suatu hal yang hebat bagi gue kalo bisa nemuin orang yang bisa mencintai gue tanpa syarat seperti ini….”

    jawabannya ada pada dirimu,,,

    apakah kau bisa mencintai tanpa syarat?
    apakah ada cinta tanpa syarat?

  2. 2 yandhie
    Oktober 26, 2008 pukul 10:04 am

    Akhirnya ada yang komen juga di post ini… Special buat lo kas, gue kasi tau kenapa gue menulis post ini.

    “…apakah kau bisa mencintai tanpa syarat?…”

    Belum, gue masih ngerasa gue menetapin bahwa cinta bagi gue dengan syarat yang tinggi. “Dia” harus cantik, harus pintar, harus ngerti, bla bla bla… Gue masih menganggap diri gue terlalu tinggi. Dan yang pantas cuma orang yang sma tinggi nya bagi gue. Goblok banget ga sih gue? gue udah terlampu sering melewatkan orang-orang yang mencintai tanpa syarat bagi diri gue. Emang, gue mesti harus lebih banyak belajar lagi buat menggali perasaan itu dalam diri gue…

    Jujur aja, gue ngerti bagaimana harus mencintai tanpa syarat. gue ngerti bahwa ikhlas adalah kunci buat itu. tapi, teori saja belum cukup…masih butuh praktikum.. Gue masih belum bisa menjadi manusia “tanpa syarat”.

    “…Apakah ada cinta tanpa syarat?…”
    Ada, sebagai contoh adalah doa seorang nabi pada kaumnya… Bahkan untuk kedudukan setinggi itu dia masih bisa mengingat kaumnya sebelum meninggal. Atau contoh yang lebih sederhana: cinta ibu gue buat diri gue sendiri. Meski hidupnya di banjar susahh, beliau selalu ingat ama diri gue… That is true love…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Human Calender

My beloved reader

  • 122,601 orang

Survei Mahasiswa

Tok…Tok… Anybody Home?

A little bit about my personality

Click to view my Personality Profile page

Our visitors


%d blogger menyukai ini: