03
Des
08

Malaikat Juga Tahu

Pas Liqo kemaren, gue ditanya Galih musik apa yang sedang kudengerin… kujawab dengan jujur: Malaikat Juga Tahu, karangan Dewi Lestari alias Dee…

Terlalu pop untuk seleraku? kita lihat saja…

ini video klipnya:

ini liriknya:

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri.. Cintakulah yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta tuk terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi.. Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu.. Aku kan jadi juaranya

Untuk memahami lagu ini lebih sip sambil membaca buku dan menonton video klipnya. Bercerita tentang seorang ibu yang memiliki dua orang anak, ibu tersebut bernama Bunda. Anak yang pertama dipanggil dengan nama Abang, dia mengalami autisme dan jatuh cinta pada seorang gadis. Namun sang gadis jatuh cinta pada Si Adik, anak kedua Bunda. Kasih sayang bunda dan kesabarannya adalah fokus sentral lagu, cerpen, dan video klipnya…

Awalnya gue ga ngerti, tapi akhirnya sadar bahwa yang dimaksud dengan frase “malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya” adalah cinta sang ibu tersebut. Maknanya ternyata lebih dalam dan berbeda dengan yang kupikirkan sebelumnya. Cinta yang terlibat lebih dewasa dari yang kupikirkan.

Si Abang yang autis jatuh cinta pada si gadis, tapi si gadis lebih mencintai si adik yang normal. Alhasil si abang menderita karena terjebak dalam cinta tanpa pilihan (orang autis tidak bisa memilih kan)… Sehingga kesabaran si ibu dipertaruhkan. Pada akhirnya cinta sang ibulah yang menjadi juaranya.

Malaikat itu ternyata sesungguhnya tak berhati… Dia tahu cinta yang sejati itu yang mana. Sayangnya dia terlalu pelit untuk memberitahukannya kepada kita. Hanya manusia sendiri yang mesti memperjuangkan cinta itu dan akhirnya mengetahui siapa yang kan jadi juaranya.


8 Responses to “Malaikat Juga Tahu”


  1. 1 Kasyfi
    Desember 3, 2008 pukul 11:34 pm

    SETUJU!!!

    aku pun sedang berjuang meraih malaikatku!!
    smangat!!!

  2. Desember 4, 2008 pukul 9:44 am

    gak ngerti ini apaan..
    no komen..

  3. 3 yandhie
    Desember 4, 2008 pukul 12:57 pm

    @ Kasfy: Semoga berhasil… Cuma mau mengingatkan, semua kembali pada niat.

    @ Dindin: Makasih udah kasi komen🙂

  4. Desember 6, 2008 pukul 6:05 pm

    gw jg suka lagu ini. apalagi v-klipnya keren! ^o^ akting si lukman sardi keren bgt!

    • 5 yandhie
      Desember 7, 2008 pukul 6:01 am

      @ Dian: Sudah baca Rectoverso? Kumpulan cerpen yang didalamnya juga terdapat cerpen berjudul ‘malaikat juga tahu’. Cerita di cerpen tersebut benar-benar ngena banget dengan videoklip dan lagunya. Cerita antara 4 orang, si Perempuan, si Bunda, si Abang, dan si Adik.

      Ceritanya sedih dan menyayat hati (apalagi sambil mendengarkan lagunya). Ternyata yang dimaksud dengan ‘juaranya’ adalah orang terakhir yang bertahan dengan cinta. Si Bunda yang tetap setia dengan si Abang…

      Dalam dan sedih…

      Cinta seorang ibu memang pahit dan tak berbalas.

  5. Desember 8, 2008 pukul 10:15 pm

    yea, long live dewi lestari!

    udah baca semua cerita di rectoverso? favorit gw adalah firasat dan peluk, daleeeeemm…

    tapi yan, gw nangkepnya malaikat yg dimaksud di sini adalah si abang loh. kenapa lu bisa berpikir malaikat itu adalah bunda?

  6. 7 yandhie
    Desember 9, 2008 pukul 3:23 am

    @ Adis: Sebenarnya menurut gue bukan malaikat itulah titik sentralnya. Malaikat yang dimaksud adalah malaikat sebenarnya…

    Tapi cinta sang ibulah yang yang menjadi juaranya… Cinta seorang ibu yang tidak berharap dibalas.

    “Perempuan muda itu benar. Dirinya bukan malaikat yang tahu siapa yang lebih mencintai siapa dan untuk berapa lama. Tidak penting. Ia sudah tahu. Cintanya adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai juataan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang…”

    Terharu melihat kesabaran si Bunda merawat si Abang yang kehilangan si Perempuan. Si Abang menangis tiap malam minggu dan mengamuk. Dan bunda dengan sabar bertahan dengan keadaan abang yg seperti itu. Cuma cinta seorang ibulah yang bisa seperti itu….

    Dalam…

    btw, gue suka cerita berjudul ‘Hanya Isyarat’ dan ‘Aku Ada’. Entah kenapa kedua cerpen ini memberi kesan mendalam pada diri gue. Terutama pas baca sambil mendengarkan lagunya. Suara si Arina, vokalis band Mocca, pas banget saat di sandingkan dengan suara dee dan lirik lagu yang dalam itu (‘Aku ada’)…

  7. 8 Rara
    Desember 12, 2008 pukul 8:30 am

    aku juga awalnya salah persepsi dengan lagu malaikat juga tahu, tapii pas udah baca cerpennya baru sadar “ooo, jadi ini yah maksud lagunya?” asa dapet insight gitu.

    dan emang keren banget deh perjuangan si Bunda. memang yang namanya kasih ibu itu ga pernah abis buat anaknya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Human Calender

My beloved reader

  • 122,601 orang

Survei Mahasiswa

Tok…Tok… Anybody Home?

A little bit about my personality

Click to view my Personality Profile page

Our visitors


%d blogger menyukai ini: