07
Des
08

Ada Angklung di Aula barat

Bandung, 6 Desember 2008

Pameran yang udah tutup pas didatanginHmmm, mungkin pendahuluannya kurang oke. Begini, pas hari jumat kemaren gue bikin janji ama tiga orang untuk pergi main bareng. Orang-orang tersebut adalah Fitri, Devi, dan Ari. Fitri (atau biasa dipanggil Ipit) adalah adikku, Devi adalah sobat dekatku (tipe orang yang dulu gue kasi label ‘it’s complicated’ di friendster atau facebook), dan Ari adalah pacarnya Devi.

Awalnya kami berencana untuk menghadiri International Food Festival di lapangan tegal lega. Namun sayangnya ketika kami sampai disana acara tersebut sudah ditutup. Padahal gue udah berharap bisa makan brownies pisang dan nuget tempe yang digembor-gemborin oleh alfi, black, dan dindin di blog mereka dan di kosan dindin. Inilah masalahnya kalo udah biasa bangun siang.

Damn! Mana belum makan siang lagi.

Ini foto gue sebelum batal mencicipi makanan enak nusantara:

Foto nampang di lapangan tegal legaAlhasil, gue pisah jalan ama devi dan ari. Gue dan Ipit memutuskan untuk makan es shanghai di fadillah, yaitu di jalan tubagus ismail di depan warnet kubus. Sedangkan devi dan ari jalan-jalan tak jelas ke BSM. Kami berdua makan es shanghainya dengan cara yang keren banget. Di tengah hujan deras yang tak berprikemanusiawian (masa hujan kenal HAM, dudul)… Seabis ujan-ujanan dari tegal lega pula. Gue menikmati hari yang dingin tersebut bersama dengan Ipit dan semangkuk gede es shanghai. Romantis dan bikin mules hehehe…

Kami berdua menunggu waktu pertunjukkan KPA dimulai. Kebetulan gue juga menjalin hubungan ‘kakak-adik’ dengan manajer KPA. Dengan begitu gue dapat memperoleh tiket dengan gampang dari dia (tapi tetap disuruh bayar hu hu hu). Gue dapat tiketnya pada detik-detik terakhir, nyaris saja disuruh bayar tiket VIP yang harganya Rp. 40 ribu. Untung di saat-saat terakhir ada yang membatalkan tiket umum mereka (FYI tiket umum cuma berharga Rp. 15 ribu). Dan akhirnya kami dapat tiket umum dengan posisi tempat duduk yang sangat strategis. Cuma selisih 4 bangku di depan panggung…

Dan inilah foto yang gue ambil pas pertunjukkan KPA. Maaf,  rada blur, maklum kamera gue kan udah tua.

Foto dari sudut yang aneh tapi dekat dengan panggungMengenai pertunjukannya sendiri sangat keren. Tema pertunjukkan ini adalah Angklung Around The World atau dalam bahasa kerennya angklung keliling dunia. Sesuai dengan temanya pada pertunjukan ini dibawakan musik angklung dengan adapatasi dari musik-musik dari seluruh dunia.

Pertama mereka membawakan ‘departure’ yang merupakan theme song dorama Good Luck yang dulu pernah diputar di Indosiar.

Kemudian secara berurutan dibawakan musik dari region asia, afrika, eropa, amerika, dan terakhir Indonesia. Gue paling suka ketika mereka membawakan lagu dari Inggris. Yang dibawakan adalah The Beatles dengan urutan lagu sebagai berikut: Michelle, Yesterday, Let it be, Here, there, & everywhere, All you need is love, dan yang terakhir I wanna hold your hand. Superb deh…

Selain itu KPA juga secara enak membawakan The Lion Sleeps Tonight, yang pernah menjadi theme song tidak resmi Panpel KM ITB 2007. hehehe…

Coba lihat video ini:
The Lion Sleeps Tonight

Dulu lagu ini pernah dibawakan oleh abas (ketua panpel) dan anggun (bawahannya) menyerupai si kuda nil (diperankan oleh anggun) dan anjing itu (dimainkan oleh abas) lengkap dengan gesture mereka yang konyol tersebut. Mendengar lagu ini dimainkan dengan angklung mau tak mau membuatkau tertawa dan mengenang masa-masa indah tersebut. Berhubung ipit juga mantan panpel, dia juga ikut tertawa bersamaku.

angklung

Terakhir, Sebagai penutup, KPA memainkan musik-musik tradisional dari beberapa daerah di Indonesia. Dan yang membuatku senang mereka membawakan lagu dari kalimantan selatan: ‘Sapu tangan babuncu ampat’. Bukan maksudnya mau primordial atau menyombongkan daerah asal gue, cuma merasa nyaman saja mendengar lagu asli kalimantan selatan di tempat yang jauh dari rumah.

Saat memberi applaus pada KPA, gue mengasih standing ovation yang cukup lama.

Bravo buat KPA, semoga keindahan alat musik asli bangsa ini bisa terus didengar oleh anak bangsa.

Pulangnya kami makan di steak obonk…


9 Responses to “Ada Angklung di Aula barat”


  1. 1 megadon
    Desember 9, 2008 pukul 1:49 pm

    hahahahahahaha…
    kasiaaaaannn…

    ni gw kasih resepnya ajaaa..
    siapa tau ada yg mau buatin wat lw…

    Nugget Tempe

    Bahan:
    1 bh tempe sedang, dikukus lalu haluskan
    2 siung bawang putih, haluskan
    3 bh bawang merah, haluskan
    1 sdt merica bubuk
    2 btg daun bawang, iris halus
    2 btg daun sup, iris halus
    1 sdm tepung terigu
    1 sdm tepung sagu
    1 sdt susu bubuk
    Garam secukupnya

    Cara membuat :
    – Campur semua bahan, aduk rata lalu tempatkan diwadah.
    – Kukus tempe nugget hingga matang.
    – Angkat lalu dinginkan, potong-potong sesuai selera dan goreng hingga kecoklatan.

    Note:
    Sebelum digoreng, nugget tempe dibalut dengan telur + tepung roti.

  2. 2 yandhie
    Desember 9, 2008 pukul 2:34 pm

    @ Dindin: Makasih udah sharing resepnya…

    i really apreciate with your concern ^^

    Ada yang mau membikinin nuget tempe untuk saya???😀

  3. 3 Rara
    Desember 12, 2008 pukul 8:22 am

    menjawab pertanyaan kakak : aku blum bisa bikin nuget tempe, baru bisa macaroni schotel ma ketan serikaya.

    oia klao aku selain departure juga suka pas lagu-lagu the beatles ama yang norwegia (yang ada ulung bermain suling tea. sumpah itu keren banget perpaduan suling ama biolanya ^^

  4. 4 alica
    Desember 12, 2008 pukul 12:08 pm

    huehehhehe…makasih pujiannya atas konser kpa…

    maap yah klo masi kurang sana-sini..

    sebenernya ada slidenya pas nampil2 lagu itu..

    tapi karna kesalahan teknis,,slide yg udah cape2 dibikin,,ga bisa ditayangin..

    jadinya jalan acara juga rada geje,,n alur jadi ga terlalu jelas..

    hux hux…

  5. 5 alica
    Desember 12, 2008 pukul 12:09 pm

    mau dunk bikin2 nugget tempe…

    susah ga yaa???

  6. 6 yandhie
    Desember 12, 2008 pukul 1:44 pm

    @ Rara: Sepakat, emang keren banget perpaduan seruling dan biola nya… seakan-akan bisa ‘berbicara’.
    Wah, bisa bikin makaroni schotel dan kentan sarikaya ya?
    Mauuuuuuu! ^^;

    @ Alica: Katanya micnya mati ditengah2 ya? Kata teman saya yang anggota PSM.
    Tapi konsernya tetap keren ko…
    Mantapz lah buat KPA, udah bisa ngasih permainan angklung yg keren itu…^^

  7. 7 shallypristine
    Desember 19, 2008 pukul 9:50 am

    konsernya bagus,, baru kali ini seumur2 saya nonton (ato dulu maen) KPA ITB tampil dengan orang sebanyak ini..

    tapi pas yang orangnya dikitan (pas benua asia) kedengeran banget kalo bunyi angklungnya tipis. soal dinamikanya juga agak2 geje,, akhir2 lagu kedengerannya jadi nanggung. kontras bgt kalo dibandingin ama konser iso semalem sebelumnya…

    soal mic penyanyi emang jadi masalah,, akhirnya penyanyinya jadi maksa banget.. apalagi pas lagu Lets Get Loud!,, keliatan kalo si gita itu (mungkin terpaksa) teriak pas kalimat lirik terakhir.. tah pa pa.. jadinya rusak..

    oia,, komplimen saya buat para pemain perkusi yang ngebawa konser malem itu jadi groovy banget.. salud!

  8. Desember 31, 2008 pukul 5:52 am

    Awak nampil di acara ini, jadi tim perkusi B)

    Arghh … kok ndak dibahas, difoto pun tidak <_<

  9. Februari 18, 2009 pukul 8:46 pm

    mas, mohon ijin copy foto angklungnya yaa.. bagus🙂
    thx


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Human Calender

My beloved reader

  • 122,601 orang

Survei Mahasiswa

Tok…Tok… Anybody Home?

A little bit about my personality

Click to view my Personality Profile page

Our visitors


%d blogger menyukai ini: